Selasa, 11 Juni 2013

UNIKNYA PERANG SUKU DI PAPUA

Gambar 1. Ilustrasi Perang Suku di Papua; http://iwandahnial.files.wordpress.com/2010/01/prg-2.jpg?w=510&h=345
Perang suku di Papua adalah tradisi masyarakat yang sudah turun-temurun untuk menyelesaikan konflik sosial yang terjadi antar suku. Sesuai data BPS tahun 2000, jumlah suku asli Papua sekitar 300 lebih suku (selengkapnya di http://www.papua.go.id/bps/LEFT%20FRAME%20WEB%202005/PENDUDUK/SUKU%20BANGSA%20ASLI%20PAPUA%20MENURUT%20URUTAN%20ABJAD.htm
 Dari banyaknya suku tersebut tidak semuanya gemar berperang, suku-suku yang berdiam di pesisir tak terlalu hobi berperang, sementara yang tinggal di pedalaman (orang gunung: red) inilah yang gemar berperang.
Ada beberapa hal unik dalam kaitannya dengan perang suku ini diantaranya sbb;
  •  Perang suku hanya melibatkan dua suku yang saling bersengketa, dan tidak boleh melibatkan anggota suku lain, meskipun berdomisili dalam satu wilayah/kampung, lalu bagaimana cara mengenali masing-masing suku?
  •  Perang dilakukan di sebuah lapangan luas (biasanya di sekitar hutan, bukan di pemukiman), jika saat tertentu bersua di tempat lain (di luar lokasi perang, maka tidak saling mengganggu).
  • Pada saat tertentu, jika saatnya waktu makan atau ibadah maka perang dihentikan. Dua suku yang saling bertikai pada saat prosesi ibadah, bisa saling berdampingan dalam rumah ibadah, tanpa saling mengganggu. Setelah semua prosesi ibadah, makan dan sebagainya selesai, maka perang kembali dilanjutkan.
  • Perang tidak akan berakhir sebelum jumlah korban dari kedua belah pihak berimbang. Bagaimana situasinya jika salah satu kubu telah korban 5 orang sementara kubu lawan belum ada korban? Perang akan terus berlanjut samapai korban dari kedua kubu berimbang (apakah 10-10, 15-15, dst.). Apakah dengan berimbangnya jumlah korban maka otomatis perang selesai? Tidak, masih ada prosesi selanjutnya.
    Gambar 2. Prosesi Bakar Batu; http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRtQKMYFRewTuI1WehU0rfVFEs1I0a_RVWJagWN1N7BmOmpOMyapf-ip2e2

  • Perang suku di Papua sebenarnya bukan untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah, karena diakhir peperangan jumlah korban harus sama, maka sebenarnya ini hanyalah sebuah game atau ritual belaka untuk menyelesaikan konflik sosial. 
  • Akhir dari perang suku ini adalah perdamaian, dengan prosesi bakar batu dan bayar kepala. Biasanya setiap kepala korban dihargai samapai ratusan juta rupiah. Siapa yang bayar? Terkadang pemerintah setempat yang menanggungnya.

Gambar 3. Prosesi Bakar batu; http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT1Fxc4P0dIQmM9TjwNQ1opvTmw9YYXDzPdF0vBYnYz_tj5XQNFMyaDsts
Setelah semua prosesi perdamaian dilaksanakan, maka kehidupan warga masyarakat kembali seperti sedia kala. Itulah sedikit tentang ulasan mengenai keunikan perang suku yang sering terjadi di Papua. Semoga bermanfaat.

Salam.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar