terima jika dia masuk surga karena kasih sayang Allah SWT. Si Abid dengan pongahnya mengajukan keberatan kepada Jibril as., bahwa dia masuk surga karena ibadahnya yang begitu lama kepada Allah SWT yakni selama seratus tahun.
Jibril as. kemudian kembali kepada Allah SWT melaporkan protes dari hamba tersebut. Kemudian Allah SWT memerintahkan Jibril as. untuk mencabut mata si Abid lalu ditimbang dengan amalnya yang seratus tahun itu. Sungguh di luar dugaan ternyata sebelah mata si Abid timbangannya jauh lebih berat dibanding amal yang dilakukan selama seratus tahun, perbandingannya ibarat langit dan bumi.
Ibrah atau pesan moral yang diambil dari kisah diatas adalah:
- Bahwa ibadah atau amalan yang dilakukan seorang hamba dengan ikhlas akan memancing turunnya kasih sayang (rahim) Allah SWT kepada hamba tersebut.
- Bahwa surga itu hanya diwariskan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang berhasil memancing turunnya sifat Rahim-Nya Allah SWT tersebut.
- Bahwa semua bentuk ibadah dan amalan yang dilakukan seorang hamba kepada Tuhan; sejatinya adalah menunjukkan bentuk loyalitas hamba kepada Tuhan yang telah memberikan berbagai bentuk fasilitas hidup di dunia ini dengan "gratis".
- Bahwa seorang hamba tidak perlu berbangga diri di hadapan Allah SWT akan kuantitas amal dan ibadahnya; karena sejatinya nikmat Allah yang dimanfaatkan secara gratis jauh lebih banyak dibanding amalan-amalan hamba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar